14 February 2018 News Archive | Google+
Pengembang properti PT Sinarmas Land, akan membangun dan mengelola 4 co-working space baru. Aksi korporasi ini untuk mengikuti perkembangan tren baru, berupa area kantor bersama (co-working space) yang tumbuh seiring perkembangan teknologi yang semakin memudahkan.
 
Group CEO Associate Sinarmas Land Irawan Harahap mengatakan, bangunan perkantoran di masa depan tidak lagi berbentuk konvensional melainkan bergaya co-working.
"Tahun 2015 sudah ada 1 di BSD. Tahun 2017 tambah lagi 4 di Kuningan 1, CBD area 3. Tahun ini aja kita planning-nya kira-kira bakal buka 4 co-working space Ev Hive," ungkap Irawan di Gedung The Element, Jakarta, Selasa (13/2).
Selain itu, pihaknya juga akan menambah co-working space lagi dengan menggandeng perusahaan co-working terbesar asal Singapura. Meski demikian, Irawan masih enggan menyebut nama perusahaan coworking yang akan digandeng untuk kolaborasi tersebut.
 
"Adalah namanya, enggak enak ya kalo disebut soalnya masih perjanjian awal banget sih. Kita berharapnya di semester 2 (sudah mulai pembangunannya)," ujar Irawan. Untuk kerjasama ini Irawan menuturkan pihaknya masih belum mendiskusikan tentang pembagian investasi.
Meski demikian Irawan optimis dengan kerjasama tersebut pasalnya saat ini potensi menyewakan co-working lebih besar karena target marketnya lebih fokus. Salah satunya co-working biasanya digunakan oleh perusahaan e-commerce.
 
Irawan menjelaskan, dengan penambahan co-working space Sinarmas Land menargetkan penambahan penambatan berulang. "Tahun ini kalau semua co-working beroperasi pendapatan bisa sampai Rp 1 miliar per bulan," tutupnya.
Meski telah menjadi tren baru bagi dunia perkantoran, penyewaan co-working selama ini belum terlalu menyokong pendapatan perusahaan. "Kecil ya. Tahun ini, sebenarnya income kita kecil, masih belum banyak. Baru akuisisi di Epicentrum tapi 'kan itu belum ada isinya, kosong. Mungkin less than 5% lah. Kecil lah," ujar Irawan. Hal ini berbeda dengan kondisi di Singapura yang memiliki banyak co-working space namun terisi penuh.
Menurut Irawan konsep sewa co-working terdiri dari harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. "Kalau kita 90% udah bulanan sama tahunan. Lalu ada juga yang menyewa ruang meeting gitu 'kan kalo dateng bayar per jam. Duitnya juga dari situ," ujarnya.
 
Source : https://kumparan.com/@kumparanbisnis/targetkan-rp-1-m-bulan-sinar-mas-land-kembangkan-co-working-space